Membaca tentang Claudia Synta Bella yang berhijab setelah melakukan shooting film "Assalamu'alaikum Beijing" membuatku flashback pada sepenggal kisahku ketika menjadi presenter. Itu sama dg perasaanku wkt di thn 2005 di bln Oktober pas Romadhan baca berita pakai kerudung lama2 nyaman banget akhirnya pakai jilbab dg modifikasi warna, tp kemudian Allah menguji dg meminta memilih antara pekerjaan yg sangat aku sukai sbg presenter atau tetap meneruskan berhijab dan tepat di ultah ke 35 keputusan itu datang. Tidak mudah menerima kenyataan tp ketika kita memilih Allah maka janji Allah sll pasti.....satu hal yang kusyukuri adlh kemantapan hati utk berhijab dibandingkan pilihan berangkat ke kantor dan pulang berkerudung, tp di depan kamera dilepas "kamu pembaca berita.....harus bersikap netral, jangan tunjukkan identitas agamamu di depan layar kaca" begitu kata salah satu redaksi waktu itu. 9 tahun kerja dengan hanya berkonsentrasi utk mjd penyiar yg baik, tp harus dilepas tanpa pesangon dan uang saku......sepenggal kisah di dini hari.....yg tdk pernah diketahui pemirsa....karena 2 bulan kemudian aku dipanggil utk mjd presenter gema Ramadhan selama 1 bln penuh, dan sesudah itu mjd host utk acara "Tepa Tuladha" sebuah acara yang memiliki visi mengembalikan martabat anak bangsa sampai dengan tahun 2013 ketika kesibukan mjd staf ahli rektor tdk bisa disambi dan badan melebar sudah memenuhi layar kaca. Ketika itu terjadi sudah dengan ikhlas dan pilihan hati melepas pekerjaan sbg presenter. Jadi jarang yang tahu kl aku pernah dipecat sbg presenter, krn tetap saja wajahku muncul di layar kaca selama 16 tahun..... itulah kuasa Allah.....makanya ada yang berkomentar sesama penyiar...."Mbak Made itu aneh tanpa hitam di atas putih (kontrak kerja) tetap saja bisa muncul di layar kaca". Itulah ketika Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.....semuanya bisa saja terjadi dalam hidup yang tidak pernah kebetulan ini. Presenter bukan segala-galanya ketika kita sudah bertemu dengan wajah Allah.