TRADISI TEORI
KOMUNIKASI MASSA
Dalam memahami teori dalam komunikasi massa ada
beberapa tradisi yang bisa digunakan, namun yang sering dipakai adalah
tradisi dari Robert T. Craig yang terdiri dari tradisi Semiotika, Sibernetika, Sosiopsikologis, Sosiokultural, Fenomenologi, Kritis dan Retorika.
Harold Innis dan Mc. Luhan’s tentang medium theory (tradisi sosiokultural)
Semiotics (tradisi semiotika),
bagaimana teks itu dikaji dan dipahami untuk mengungkap apa yang ada di balik
teks.
Media as social institution (tradisi kritikal)
-
Teori Marxisme
-
Political-Economic Media Theory
-
The Frankfurt School of Thaught/ School of
Thaught.
-
The Hegemonic Theory
-
The Sociocultural Approach.
Media and Audience
-
Mass society adalah sekelompok orang yang mudah
dibentuk oleh media
-
Keterkaitan dengan audience pasif
-
Community adalah kelompok orang yang tidak mudah
dipengaruhi oleh media
-
Keterkaitan dengan audience aktif.
Theories of Cultural Outcomes
-
The Functions of Mass Communication (Tradisi
Sosiokultural)
-
The Diffusion of Information and Influence
-
Public Opinion and the Spiral of Silence
(tradisi sibernetika)
-
Cultivation analysis (tradisi sosiopsikologis)
seperti menancapkan seuatu, jadi ketika audience itu senang dengan berita criminal
maka audience akan menganggap bahwa lingkungan di sekitarnya tidak aman.
-
The Agenda Setting Function (tradisi
Sosiokultural) : sangat ditentukan oleh masing2 karakteristik media.
Theories of Indiviudal Outcomes (Tradisi Sosiopsikologis).
-
The Effect Tradition
-
Uses, Gratifications and Dependency
Innis and McLuhan (Medium Theory)
-
Memperlakukan media komunikasi sebagai esensi
peradaban
-
Terkenal dengan pernyataan global village, karena
batas-batas wilayah, ruang dan waktu tidak lagi menjadi kendala.
-
Kapanpun di manapun kita bisa berkomunikasi
tanpa harus dibatasi oleh persoalan ruang dan waktu.
Teknologi akan
merubah, perkembangan teknologi akan selalu berkaitan dengan perubahan di
masyarakat.
Nilai penting
dari sebuah peradaban adalah teknologi
Media komunikasi
dipahami sebagai perluasan pikiran manusia contoh :
-
Roda merupakan perluasan dari kaki
-
Buku merupakan perluasan dari mata
-
Pakaian merupakan perluasan dari kulit, dan
-
Sirkuit listrik merupakan perluasan dari sistem
syaraf sentral.
Semiotics
Bagi semiotician :
-
Content
atau pesan merupakan hal yang utama
-
Pemaknaan pesan bergantung pada pembacaan yang
dilakukan oleh pencipta atau pengguna pesan.
Semiotika memfokuskan :
-
Cara-cara produsen menciptakan tanda-tanda; dan
-
Cara-cara khalayak memahami tanda-tanda
tersebut.
-
Merupakan studi tentang signifikansi
-
Cara tanda-tanda dipakai untuk
menginterpretasikan peristiwa
-
Karenanya semiotika merupakan alat untuk
menganalisis pesan-pesan media.
Analisis isi itu istilah yang generik,
karena sama-sama melihat pada isi pesan namun analisis isi digunakan sebagai
metoda yang digunakan untuk menganalisis yang bersifat kuantitatif. Kalau
semiotika, analisis wacana, framing, analisis resepsi menggunakan metode
penelitian kualitatif.
Postulat utama dalam semiotika:
-Pesan-pesan dari media dapat
mengungkapkan beragam makna, sehingga sebuah teks dapat dipahami dalam beragam
cara pula. Artinya setiap orang memiliki otonomi untuk memaknai sebuah realitas.
Bisa saja pemaknaan yang dilakukan atas foto peristiwa tertentu berbeda dengan
pemaknaan yang dilakukan oleh orang lain. Bagaimana kita mencoba memaknai teks
tergantung kepentingan kita juga.
- Pesan-pesan media memperoleh
maknanya melalui assosiasi-assosiasi yang dibuat oleh khalayak. Ketika kita
meneliti menggunakan semiotika kita akan mencoba untuk mengkaitkan dengan apa
yang ada dalam diri kita.
-
Makna dari suatu pesan dipengaruhi oleh
peristiwa-peristiwa di luar pesan itu sendiri.
Realitas itu tidak bisa dipahami
secara tunggal, bukan sesuatu yang ada dalam dirinya, tetapi juga berkaitan
dengan yang diluar sana.
Teori-teori dalam cara berfikir Kritikal
- Classical Marxisme
. Media merupakan instrument dari
kelas dominan dan sarana bagi para kapitalis untuk kepentingan profit-making
mereka.
. Media menyebarkan ideologi dari
kelas penguasa dalam masyarakat. Cara demikian akan menindas kelas-kelas
tertentu.
- Political-Economic Media Theory
. Seperti Marxisme Klasik, teori
ini menyalahkan kepemilikan media yang menyebabkan “sakitnya” masyarakat.
. Isi media merupakan komoditi
yang dijual di pasar. Informasi yang disampaikan dikontrol oleh permintaan
pasar.
. Sistem atau cara ini mengarah
pada operasi tanpa resiko. Kalau media menyajikan program yang menjadi
kebutuhan masyarakat, maka kemungkinan akan mengalami kerugian dari sisi biaya,
sementara kalau menyajikan program yang diinginkan masyarakat dari sisi rugi laba akan lebih
memberikan keuntungan besar.
. Menyebabkan jenis-jenis program
tertentu menjadi dominan dan program lainnya menjadi marjinal.
- The Frankfurt School
. Media dipahami sebagai sarana untuk mengkonstruksikan budaya. Budaya
di sini buka berarti kesenian, tetapi lebih pada gagasan.
. Lebih member penekanan pada gagasan daripada hal-hal yang sifatnya
material.
. Media mengarah pada dominasi ideology kelompok elite.
- The Hegemonic Theory
. Hegemoni adalah dominasi dari ideology palsu (a false of ideology)
. Cara berfikir yang melampaui kondisi-kondisi yang benar.
. Ideologi tidak disebabkan oleh sistem ekonomi saja, tetapi melekat
dalam semua aktifitas masyarakat.
. Ideologi tidak dipaksakan oleh satu kelompok terhadap kelompok yang
lain, tetapi menembus dan tidak disadari.
Ideologi dominan mengekalkan kepentingan dari kelas-kelas tertentu
terhadap kelas lain.
- The Sociocultural Approach
. Dikenal juga dengan “Cultural Studies”
. Memberi perhatian pada makna cultural dariproduk=produk media.
. Melihat cara-cara isi media diinterpretasikan secara dominan dan
oposisional.
Mass Society versus Community
. Dalam mass society, khalayak dipandang sebagai populasi yang besar yang
dapat dibentuk oleh media. Terjadi bila bergantung pada media sebagai
satu-satunya sumber informasi.
Dalam passive-audience view menegaskan bahwa orang mudah dipengaruhi
oleh media secara langsung.
. Dalam community, kahlayak dipahami sebagai anggota dari
kelompok-kelompok kecil yang sangat dipengaruhi oleh “peer group” mereka.
Tidak bergantung pada satu-satunya sumber informasi dari media, punya
sumber informasi yang lain.
The active-audience view mengaskan bahwa orang membuat
keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana menggunakan media.
Active Audience vs Passive Audience
Karakteristik khalayak aktif :
-
Selecitivity : selektif memilih media yang akan
digunakan.
-
Utilitarianism: khalayak aktif menggunakan media
untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka.
-
Intentionality : berkaitan dengan tujuan
menggunakan isi media.
-
Involvement : khalayak secara aktif memahamio
berfikir, dan menggunakan media
-
Impervious to influence: khlayak aktif tidak
mudah dipersuasi oleh media.
The Functions of Mass Communication
-Surveillance of the environment : Media memberikan informasi tentang
berbagai peristiwa yang terjadi.
-Correlation of the parts of the society in responding to its
environement: media memberikan pilihan-pilihan guna pemecahan masalah:
-Menjelaskan, menginterpretasikan dan member komentar terhadap suatu
peristiwa yang terjadi.
- Transmission of the Cultural Heritage: media menjadi sarana untuk
melakukan sosialisasi dan edukasi.
- Entertianment : media memungkinkan setiap orang dapat melakukan
relaksasi dan mengurangi ketegangan.
The Diffusion of Information and Influence
-
The Two step of flow theory/hypothetis
Ø Individu-individu
tertentu yang dikenal sbg opinion leader menerima informasi dari media dan
kemudian menyamopaiakn informasi tersebut kepada peer group mereka.
-
Opinion Leader dapat dipilah dalam 2 jenis:
Ø Monomorphism
: berpengaruh pada satu topic
Ø Polymorphism:
berpengaruh pada lebih dari satu topic.
Difusi sebuah inovasi terjadi bila suatu gagasan menyebar dari satu
sumber ke kawasan geografis di sekitarnya, atau dari satu orang ke orang lain
dalam suatu kawasan tunggal. Difusi inovasi adalah time-consuming process. Ini berarti butuh waktu yang relatif panjang
untuk menyampaikan inovasi atau penemuan baru tersebut. Saluran komunikasi massa memainkan peranan yang strtaegis dalam
difusi, namun yang paling penting adalah jaringan antarpribadi.
Public Opinion and The Spiral of Silence
The Spiral of Silence terjadi ketika orang yang merasa opini mereka popular,
maka orang tersebut akan mengekspresikannya. Sedangkan individu-individu yang
opini mereka tidak popular, memilih untuk diam. Proses ini terjadi dalam sebuah
spiral; Artinya, ada isu yang mendapat banyak publisitas, sedangkan isu lainnya
hanya sedikit memperoleh publisitas.
Terjadi karena ketakutan terhadap isolasi, ada
usaha untuk menghindari siolasi dari suatu kelompok sosial. Ada pengecualian
terhadap the spiral of silence, yaitu kelompok dan individu-individu yang tidak
takut isolasi. Mereka adalah innovator,
change-agent dan the avant-garde.
Sumber : Materi kuliah MPK Klasik