Selasa, 25 Oktober 2011

Tradisi Teori Komuunikasi Massa


TRADISI TEORI KOMUNIKASI MASSA

                 Dalam memahami teori dalam komunikasi massa ada beberapa tradisi yang bisa digunakan, namun yang sering dipakai adalah tradisi dari  Robert T. Craig  yang terdiri dari tradisi Semiotika, Sibernetika, Sosiopsikologis, Sosiokultural, Fenomenologi, Kritis dan Retorika.
Harold Innis dan Mc. Luhan’s tentang medium theory (tradisi sosiokultural)
 Semiotics (tradisi semiotika)
bagaimana teks itu dikaji dan dipahami untuk mengungkap apa yang ada di balik teks.
Media as social institution (tradisi kritikal)
-          Teori Marxisme
-          Political-Economic Media Theory
-          The Frankfurt School of Thaught/ School of Thaught.
-          The Hegemonic Theory
-          The Sociocultural Approach.

Media and Audience
-          Mass society adalah sekelompok orang yang mudah dibentuk oleh media
-          Keterkaitan dengan audience pasif
-          Community adalah kelompok orang yang tidak mudah dipengaruhi oleh media
-          Keterkaitan dengan audience aktif.

Theories of Cultural Outcomes
-          The Functions of Mass Communication (Tradisi Sosiokultural)
-          The Diffusion of Information and Influence
-          Public Opinion and the Spiral of Silence (tradisi sibernetika)
-          Cultivation analysis (tradisi sosiopsikologis) seperti menancapkan seuatu, jadi ketika audience itu senang dengan berita criminal maka audience akan menganggap bahwa lingkungan di sekitarnya tidak aman.
-          The Agenda Setting Function (tradisi Sosiokultural) : sangat ditentukan oleh masing2 karakteristik media.

Theories of Indiviudal Outcomes (Tradisi Sosiopsikologis).
-          The Effect Tradition
-          Uses, Gratifications and Dependency

Innis and McLuhan (Medium Theory)
-          Memperlakukan media komunikasi sebagai esensi peradaban
-          Terkenal dengan pernyataan global village, karena batas-batas wilayah, ruang dan waktu tidak lagi menjadi kendala.
-          Kapanpun di manapun kita bisa berkomunikasi tanpa harus dibatasi oleh persoalan ruang dan waktu.
Teknologi akan merubah, perkembangan teknologi akan selalu berkaitan dengan perubahan di masyarakat.
Nilai penting dari sebuah peradaban adalah teknologi
Media komunikasi dipahami sebagai perluasan pikiran manusia contoh :
-          Roda merupakan perluasan dari kaki
-          Buku merupakan perluasan dari mata
-          Pakaian merupakan perluasan dari kulit, dan
-          Sirkuit listrik merupakan perluasan dari sistem syaraf sentral.

Semiotics
Bagi semiotician :
-          Content  atau pesan merupakan hal yang utama
-          Pemaknaan pesan bergantung pada pembacaan yang dilakukan oleh pencipta atau pengguna pesan.
Semiotika memfokuskan :
-          Cara-cara produsen menciptakan tanda-tanda; dan
-          Cara-cara khalayak memahami tanda-tanda tersebut.
-          Merupakan studi tentang signifikansi
-          Cara tanda-tanda dipakai untuk menginterpretasikan peristiwa
-          Karenanya semiotika merupakan alat untuk menganalisis pesan-pesan media.
Analisis isi itu istilah yang generik, karena sama-sama melihat pada isi pesan namun analisis isi digunakan sebagai metoda yang digunakan untuk menganalisis yang bersifat kuantitatif. Kalau semiotika, analisis wacana, framing, analisis resepsi menggunakan metode penelitian kualitatif.
Postulat utama dalam semiotika:
-Pesan-pesan dari media dapat mengungkapkan beragam makna, sehingga sebuah teks dapat dipahami dalam beragam cara pula. Artinya setiap orang memiliki otonomi untuk memaknai sebuah realitas. Bisa saja pemaknaan yang dilakukan atas foto peristiwa tertentu berbeda dengan pemaknaan yang dilakukan oleh orang lain. Bagaimana kita mencoba memaknai teks tergantung kepentingan kita juga.
- Pesan-pesan media memperoleh maknanya melalui assosiasi-assosiasi yang dibuat oleh khalayak. Ketika kita meneliti menggunakan semiotika kita akan mencoba untuk mengkaitkan dengan apa yang ada dalam diri kita.
-          Makna dari suatu pesan dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa di luar pesan itu sendiri.
Realitas itu tidak bisa dipahami secara tunggal, bukan sesuatu yang ada dalam dirinya, tetapi juga berkaitan dengan yang diluar sana.

Teori-teori dalam cara berfikir Kritikal
  1. Classical Marxisme
. Media merupakan instrument dari kelas dominan dan sarana bagi para kapitalis untuk kepentingan profit-making mereka.
. Media menyebarkan ideologi dari kelas penguasa dalam masyarakat. Cara demikian akan menindas kelas-kelas tertentu.

  1. Political-Economic Media Theory
. Seperti Marxisme Klasik, teori ini menyalahkan kepemilikan media yang menyebabkan “sakitnya” masyarakat.
. Isi media merupakan komoditi yang dijual di pasar. Informasi yang disampaikan dikontrol oleh permintaan pasar.
. Sistem atau cara ini mengarah pada operasi tanpa resiko. Kalau media menyajikan program yang menjadi kebutuhan masyarakat, maka kemungkinan akan mengalami kerugian dari sisi biaya, sementara kalau menyajikan program yang diinginkan  masyarakat dari sisi rugi laba akan lebih memberikan keuntungan besar.
. Menyebabkan jenis-jenis program tertentu menjadi dominan dan program lainnya menjadi marjinal.

  1. The Frankfurt School
. Media dipahami sebagai sarana untuk mengkonstruksikan budaya. Budaya di sini buka berarti kesenian, tetapi lebih pada gagasan.
. Lebih member penekanan pada gagasan daripada hal-hal yang sifatnya material.
. Media mengarah pada dominasi ideology kelompok elite.


  1. The Hegemonic Theory
. Hegemoni adalah dominasi dari ideology palsu (a false of ideology)
. Cara berfikir yang melampaui kondisi-kondisi yang benar.
. Ideologi tidak disebabkan oleh sistem ekonomi saja, tetapi melekat dalam semua aktifitas masyarakat.
. Ideologi tidak dipaksakan oleh satu kelompok terhadap kelompok yang lain, tetapi menembus dan tidak disadari.
Ideologi dominan mengekalkan kepentingan dari kelas-kelas tertentu terhadap kelas lain.

  1. The Sociocultural Approach
. Dikenal juga dengan “Cultural Studies”
. Memberi perhatian pada makna cultural dariproduk=produk media.
. Melihat cara-cara isi media diinterpretasikan secara dominan dan oposisional.

Mass Society versus Community
. Dalam mass society, khalayak dipandang sebagai populasi yang besar yang dapat dibentuk oleh media. Terjadi bila bergantung pada media sebagai satu-satunya sumber informasi.
Dalam passive-audience view menegaskan bahwa orang mudah dipengaruhi oleh media secara langsung.
. Dalam community, kahlayak dipahami sebagai anggota dari kelompok-kelompok kecil yang sangat dipengaruhi oleh “peer group” mereka.
Tidak bergantung pada satu-satunya sumber informasi dari media, punya sumber informasi yang lain.
The active-audience view mengaskan bahwa orang membuat keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana menggunakan media.

Active Audience vs Passive Audience
Karakteristik khalayak aktif :
-          Selecitivity : selektif memilih media yang akan digunakan.
-          Utilitarianism: khalayak aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan mereka.
-          Intentionality : berkaitan dengan tujuan menggunakan isi media.
-          Involvement : khalayak secara aktif memahamio berfikir, dan menggunakan media
-          Impervious to influence: khlayak aktif tidak mudah dipersuasi oleh media.



The Functions of Mass Communication
-Surveillance of the environment : Media memberikan informasi tentang berbagai peristiwa yang terjadi.
-Correlation of the parts of the society in responding to its environement: media memberikan pilihan-pilihan guna pemecahan masalah:
-Menjelaskan, menginterpretasikan dan member komentar terhadap suatu peristiwa yang terjadi.
- Transmission of the Cultural Heritage: media menjadi sarana untuk melakukan sosialisasi dan edukasi.
- Entertianment : media memungkinkan setiap orang dapat melakukan relaksasi dan mengurangi ketegangan.

The Diffusion of Information and Influence
-          The Two step of flow theory/hypothetis
Ø  Individu-individu tertentu yang dikenal sbg opinion leader menerima informasi dari media dan kemudian menyamopaiakn informasi tersebut kepada peer group mereka.
-          Opinion Leader dapat dipilah dalam 2 jenis:
Ø  Monomorphism : berpengaruh pada satu topic
Ø  Polymorphism: berpengaruh pada lebih dari satu topic.
Difusi sebuah inovasi terjadi bila suatu gagasan menyebar dari satu sumber ke kawasan geografis di sekitarnya, atau dari satu orang ke orang lain dalam suatu kawasan tunggal. Difusi inovasi adalah time-consuming process. Ini berarti butuh waktu yang relatif panjang untuk menyampaikan inovasi atau penemuan baru tersebut. Saluran komunikasi massa memainkan peranan yang strtaegis dalam difusi, namun yang paling penting adalah jaringan antarpribadi.

Public Opinion and The Spiral of Silence
The Spiral of Silence terjadi ketika orang yang merasa opini mereka popular, maka orang tersebut akan mengekspresikannya. Sedangkan individu-individu yang opini mereka tidak popular, memilih untuk diam. Proses ini terjadi dalam sebuah spiral; Artinya, ada isu yang mendapat banyak publisitas, sedangkan isu lainnya hanya sedikit memperoleh publisitas.
 Terjadi karena ketakutan terhadap isolasi, ada usaha untuk menghindari siolasi dari suatu kelompok sosial. Ada pengecualian terhadap the spiral of silence, yaitu kelompok dan individu-individu yang tidak takut isolasi. Mereka adalah innovator, change-agent dan the avant-garde.

Sumber : Materi kuliah MPK Klasik

1 komentar: