Rabu, 08 Februari 2012

media tontonan


MEDIA TONTONAN, POLITIK PRESIDENSIAL,
DAN TRANSFORMASI JURNALISME

Review bab XI  Douglas Kellner

Mainstream korporasi media saat ini  ini di AS semakin menumbuhkan proses peristiwa, berita, dan informasi dalam bentuk media tontonan  (lihat Kellner 2001; 2003a, 2003b, 2005, 2008). Dalam arena dari kompetisi yang semakin intensif dengan 24/7 jaringan TV kabel, radio talk, internet dan blog dan berkembangnya media baru seperti Facebook, My space, Twitter dan You Tube, persaingan lebih intens lagi dalam memimpin  perusahaan media  untuk masuk ke cerita sensasional tabloidized yang mereka  konstruksikan dalam bentuk media  tontonan yang berusaha menarik audience secara maksimal sebanyak mungkin , hingga tontonan berikutnya muncul.
Dengan tontonan, ini berarti media mengkonstruksi sesuatu di luar kebiasaan dan kebiasaan rutin sehari-hari menjadi media tontonan khusus. Mereka melibatkan dimensi estetik dan kadang-kadang dramatis, terikat dengan kompetisi seperti Olimpiade atau Oscar. Media tontonan mengacu pada peristiwa-peristiwa yang dimediai secara teknologi, dimana bentuk media seperti broadcasting, media cetak atau proses peristiwa internet dalam bentuk spektakuler. Sebagai contoh peristiwa politik yang menjadi media tontonan meliputi sex Clinton dan skandal impeachment di akhir tahun 1990-an, kematian Putri Diana, 9/11 serangan terror, dan saat ini, krisis AS dan mungkin sistem keuangan global. Misalnya, tanggal 11 September 2001 serangan teroris pada the World Trade center dan  Pentagon menjadi media tontonan global yang mendominasi berita-berita dari hari ke hari. Selanjutnya, dengan  serangan teroris di London, Madrid, Bali, dan lain tempat di dunia, berita harian akan ditafsirkan dengan buletin "Breaking News" pada  serangan teroris yang kemudian akan mendominasi jurnalisme selama  berhari-hari.
Douglas memulai teori media tontonan sebagai bentuk utama dari jurnalisme dalam media komersial saat ini didominasi oleh media korporat, dan kemudian mengilustrasikan teorinya dengan sebuah analisa dari kampanye Presiden tahun 2008. Argumennya adalah bahwa berita-berita dan informasi dalam situasi yang dikontrol oleh media korporat perkembangannya didominasi oleh bentuk-bentuk media tontonan yang mengubah kealamiahan jurnalisme di era yang semakin ditandai dengan gambar, sensasionalisme, dan tontonan.

Masyarakat Tontonan Guy Debord dan Media Tontonan:
Beberapa Perbedaan Konseptual


Konsep dari “media tontonan” dikembangkan oleh teoritis Perancis Guy Debord (dalam bukunya Society of the Spectacle) dan kawannya dalam situasi internasional yang memiliki dampak besar pada bermacam-macam teori kontemporer dari masyarakat dan budaya. Gagasan dari media tontonan dibangun dari konsep Debord  masyarakat tontonan tetapi berbeda secara signifikan. Untuk Debord “tontonan” merupakan konsep menyeluruh untuk menggambarkan media dan masyarakat konsumen, termasuk kemasan, promosi, dan menampilkan komoditas dan produksi dan efek dari semua media.  Menggunakan istilah "media tontonan," Douglass sangat berfokus pada berbagai bentuk teknologi yang dibangun media produksi yang diproduksi dan  disebarkan melalui massa yang disebut media, mulai dari radio dan televisi ke internet nirkabel dan gadget terbaru.
Lebih jauh, sementara Debord menyajikan gagasan yang agak umum dan abstrak dari tontonan, Douglass melibatkan contoh spesifik dari tontonan media dan bagaimana mereka diproduksi, dibangun, diedarkan, dan fungsinya dalam era sekarang. Douglass juga berargumentasi bahwa media tontonan adalah kolonisasi berita dan informasi, terutama pada  jaringan berita kabel, tetapi juga semakin berkembang di media cetak dan internet, khususnya  bentuk komersial yang dikendalikan oleh media korporat. Dia juga berargumentasi bahwa media tontonan menjadi bentuk dari kontes politik, khususnya di AS, tetapi berkembang secara global dengan baik. Sehingga, berbeda dengan pandangan Debord pada monolithic tontonan yang merupakan media dan masyarakat konsumen secara keseluruhan dan dengan demikian adalah agen ampuh untuk kapitalisme, Douglass melihat tontonan sebagai rebutan dan memiliki pengertian kebalikan dari tontonan. Dalam konsepsi Douglass, tontonan adalah daerah yang diperebutkan di mana kekuatan yang berbeda menggunakan tontonan untuk mendorong minat mereka (kellner 2003a, 2003b, 2005, 2008).
Memang, politik dan jurnalisme semakin dimediasi oleh  media tontonan. Konflik  politik, kampanye, dan yang menarik perhatian kejadian yang kita sebut "Berita" semuanya telah tunduk pada logika tontonan dan tabloidization di era sensasionalisme  media, skandal infotainment, politik dan kontestasi, seperti perang budaya yang tak berujung, fenomena yang sedang  berlangsung dari Perang Teror, dan sekarang muncul era tontonan Obama.
Media tontonan adalah menjadi bentuk dalam berita-berita, informasi dan peristiwa-peristiwa dari era yang diproses oleh media korporat, negara dan kelompok politik dan institusi dan individu-individu yang memiliki kekukatan untuk mengkonstruksi realitas politik dan sosial. Dalam era awal broadcasting, peristiwa-peristiwa media adalah bentuk utama dalam media dan negara dikonstruksikan secara signifikan ritual social yang mereproduksikan masyarakat yang ada. Peristiwa media cenderung biasa, terpisah, jangka pendek dan relative bisa diduga (Dayan dan Katz 1992). Dalam era awal TV, seperti argumentasi Lang dan Lang (1992 [1984], peristiwa media menjadi penanda utama dan menyusun realitas politik dan social dari hari, meskipun seperti Boorstin (1961) memperingatkan, mereka juga dapat mengkonstruksikan pseudo-events/ peristiwa-samaran/pura-pura.
Media tontonan, di sisi lain, lebih membingungkan, penuh variasi, tidak dapat diprediksi dan penuh dengan kontes. Media tontonan mendorong bentuk dominan dari mendefinisikan dan memperlombakan keadaan sosial dan realita sosial selama era kabel dan TV satelit dan peristiwa metafisikal dari internet, yang merubah segalanya. Dimana peristiwa media cenderung nasional,  media tontonan kadang-kadang global. Pada apa yang Mc Luhan (1964) lihat sebagai “global Village”, network dan kabel dunia mengalami kejadian yang sama secara simultan dan secara real time selama September 2008, ketika seluruh dunia  menderita karena keracunan susu Cina dan kemudian krisis lembaga keuangan, yang mengancam ekonomi global, atau 28 November serangan terror di Mumbai
Media tontonan diatur oleh negara dalam kasus perang, pemerintahan, atau pemilihan umum politik, sementara perusahaan-perusahaan media harian  mengkonstruksikan  media tontonan yang keluar dari "berita aktual " dan apa yang didefinisikan sebagai peristiwa utama dari hari. Perusahaan-perusahaan media ingin menghubungkan konsumen ke dalam cerita besar sehingga mereka akan stay tune, login, atau menyimpan mata mereka dan perhatian pada peristiwa besar yang semakin diatur sebagai media tontonan. Ini adalah kasus di AS dan beberapa yang meluas secara global, di tahun 2008 pemilihan Presiden yang didefinisikan sebagai era baru secara historis.

Culture Studies dan Tontonan Politik : Kasus Pemilihan Presiden tahun 2008

Pada pesta demokrasi tahun 2008, bisa dilihat sekali lagi sebagai tontonan. Dalam kasus ini adalah tontonan dari Barack Obama dan Hillary Clinton, Kandidat Afrika-Amerika yang pertama kali melawan kandidat perempuan pertama yang serius, membawa pada tontonan menarik dari ras dan gender. Sebaik tontonan kampanye dalam perjuangan keras dan tak terduga. Dari pertama di Iowa ketika di bulan Januari dia memenangkan sebuah kemenangan yang mengejutkan, itu adalah tontonan Obama, tontonan dari harapan, perubahan, warna, dan kemudaan. Ditambah lagi pidato yang memobilisasi banyak orang, sesudah setiap pemilihannya, Obama membuat pidato yang penuh semangat, bahkan sesudah kekalahannya di New Hampshire dan pemilihan yang lain. Dia memberikan pidato kemenangan super setiap hari Selasa yang dapat menjadi peristiwa yang paling banyak ditonton dan mungkin pidato yang paling beredar di internet pada minggu itu, di mana Obama menarik di depan  multi negara dalam satu malam. Obama memenangkan 11 pemilihan pendahuluan, membuat pidato yang lain sesudah pilihan Wisconsin di mana Obama mengambil alih saluran udara selama kurang lebih satu jam, menyediakan visi dari AS mendatang bersama-sama, untuk memobilisasi orang-orang untuk perubahan, membawa agenda progressif/kemajuan, keluar dari Irak, menggunakan uang untuk membangun kembali infra struktur, sekolah-sekolah, sistem kesehatan dan yang lain. Bahkan ketika dia kalah, dia memberikan pidato yang menginspirasi dan berapi-api.
Setelah kinerja yang mengesankan Obama di Partai Demokrat pendahuluan, mencakup partai pemilihan pendahuluan dan pemilihan umum didominasi dengan bentuk dari media tontonan. Dalam batasan panggung dan tontonan, dalam pidato harian Obama, dalam uji coba kampanye, kemenangan akhirnya dan bahkan dalam pidato kekalahan dalam Demokrat pendahuluan, dan dukungan internet dan budaya akar rumput telah menunjukkan bahwa Obama adalah master tontonan. Maka Obama akhirnya mengamankan nominasi Presidential Demokrasi menyetting dirinya sendiri untuk melawan Mc John sebagai kandidat partai Republik.  Sejak Obama menjadi Master dari tontonan, Mc Cain mencoba untuk memproduksi media tontonan yang baik untuk dirinya, atau tontonan anti-Obama. Sejak Obama memenangkan nominasi, Mc Cain memperbesar terciptanya tontonan anti-Obama melalui iklan TV, menanam cerita anti-Obama di pers dan mengedarkannya melalui internet, dan bahkan menyerang Obama setiap hari pada percobaan kampanye.
Sementara kampanye McCain melibatkan iklan anti-Obama yang licik dan menyerang di musim panas tahun 2008, Obama pergi ke Global Tour bahwa dirinya menjadi media tontoan utama seperti dia pergi dari Afghanistan dan Iraq sampai ke Eropa. Obama memberikan pidato yang mencerahkan di Berlin yang menarik ratusan dan ribuan penonton dan audience TV global, dan mempertontonkan pertunjukan pertemuan dengan pemimpin di seluruh negara, seolah-olah dia adalah diasumsikan seperti Presiden.
Sebagai kampanye yang dekat dengan konvensi partai, secara tradisional tontonan TV yang besar, ras presidensial ditetapkan sekali lagi melawan demokrat di mana pemilihan dipertarungkan di TV- meskipun media cetak, internet, dan media baru juga signifikan, seperti yang sudah disebutkan. Tontonan yang besar selanjutnya dari konvensi Demokrat di akhir Agustus dengan pidato yang dikenang oleh Obama, Al Gore, Bill dan Hillary Clinton, dan kemunculan senator Ted Kennedy, Mc Cain secara terpisah membutuhkan beberapa penonton dan memperolehnya ketika dia mengumumkan dan mempresentasikan kandidat Wakil Presiden, yang disebut sebagai tontonan Sarah Palin, satu dari media tontonan di sejarah politik AS.
Palin, Gubernur Alaska yang singkat dan pendiri kota kecil yang sedikit dikenal ketika   Mc Cain memperkenalkannya, menjadi satu dari figur kontroversial dalam politik AS. Secara cepat Palin mengkreasikan tontonan yang menarik: digambarkan di hari pembukaan dia mengungkapkan bahwa dia adalah pemilik senjata dan aktivis NRA, dan semua rekaman hari itu menunjukkan dia  menembak senjata. Dia adalah bintang basket SMA sehingga menjadi tontonan yang menarik ketika dia bermain (meskipun Obama mungkin bisa mengalahkan satu lawan satu).
Kemudian pada Hari Buruh, 1 September masyarakat mempelajari bahwa  putri Palin yang berusia 17 tahun sedang hamil dan belum menikah sehingga menjadi  tontonan sknadal seks  sepanjang hari dan perdebatan apakah seorang ibu dengan semua masalah harus mencalonkan diri menjadi wakil  Presiden dan membiarkan keluarganya tanpa  pengawasan. Skandal lain tentang Palin  keluar : ia telah memecat pegawai negeri yang tidak melaksanakan perintahnya dan telah mengangkat teman sekolah yang tidak mempunyai kualifikasi dan menjadi kroni untuk pekerjaan pemerintah. Dia telah mendukung politisi korup  berbohong tentang track recordnya, dan secara konsisten mengambil posisi Dick Cheney. Jadi Tiba-tiba Sarah Palin Menjadi tontonan skandal.
Setelah Partai Republik bisa memulai konvensi mereka, Sarah Palin memberikan pidato yang  memobilisasi basis Partai Republik sayap kanan dan bintang baru lahir. Musim kampanye sudah berakhir, bagaimanapun, ketika pada Senin, 15 September 2008 Ketika perusahaan investasi Lehman Brothers runtuh memicu AS berada pada  krisis keuangan global dalam sejarah, tiba-tiba, pemilu telah terjebak dalam tontonan. Kemungkinan runtuhnya ekonomi AS dan ekonomi global diambil sebagai masalah dan menjadi  pusat panggung.
Obama tampaknya mengambil inisiatif selama krisis ekonomi saat dia membuat pernyataan terukur dan cerdas terhadap perekonomian, dan Partai Republik memulai strategi The Big Lie, tanpa henti menditorsi proposal pajaknya, hubungan kroni dengan pejabat federal tercela yang hampir tidak ia kenal, dan membuat klaim konyol tentang  tanggung jawab Obama untuk kekacauan ekonomi. Dengan krisis 22 September  2008 ekonomi, bagaimanapun, ketika nampaknya perekonomian AS berada dalam keruntuhan pemerintah Bush-Cheney mengusulkan paket bailout multi-miliar dolar, John McCain memulai salah satu dari tontonan politik yang benar-benar luar biasa dalam sejarah AS , mencoba untuk memposisikan dirinya sebagai penyelamat dari sistem ekonomi dan kemudian membuat pernyataan bodoh dan berperilaku semakin aneh dan tidak menentu.
Selama akhir pekan, McCain datang ke Washington, mengklaim ia membawa anggota Kongres untuk menyelesaikan krisis keuangan dan menyerang Obama untuk tinggal pada kampanye percobaan. Oleh karena itu, mengikuti logika tontonan dia datang untuk mendominasi jurnalisme AS,  khususnya kampanye  presiden, McCain Mencoba mempertontonkan dirinya sebagai pemimpin eksentrik  dan aktif berdebat, meyakinkan posisinya dalam krisis ekonomi dan bagaimana mereka berbeda dari Obama dan Demokrat, dan penampilannya secara umum dinilai sebagai  tidak menentu dan kacau.
Setelah New York Times menerbitkan sebuah artikel tentang Obama, Palin mulai mereferensikan setiap hari untuk "Obama dikelilingi teroris," dan John McCain mulai  menyerang Obama secara pribadi, meningkatkan pertanyaan "siapakah  Barack Obama sesungguhnya, "dengan penonton berteriak " teroris! " Sepanjang minggu kedua Oktober, Palin dan McCain terus membuat hubungan dengan Ayers/pemilih yang setuju dalam kampanye terbuka mereka, wawancara media, dan iklan TV, menyerang pribadi Obama, dan hiruk pikuk massa Partai Republik akan berteriak "Bunuh dia!" Pengkhianat!" "Bom Obama!" dan ketika seorang wanita bingung di massa Partai Republik mengatakan bahwa “dia tidak mempercayai Obama” sebab dia mendengar bahwa Obama adalah orang Arab.
Tapi minggu Palin atau keburukan datang ketika Mahkamah Agung Alaska  pada tanggal 10 Oktober melaporkan  skandal "Trooper Gate"  dan laporan itu  menunjukkan bahwa Palin telah "menyalahgunakan wewenangnya sebagai gubernur" dan melanggar etika di Alaska. Diserang dengan moralistik, Palin tidak berkurang terus menjadi anjing penyerang McCain dan meningkatkan kontroversi pada kampanye.
Dua kampanye Obama dimasukkan di minggu terakhir kampanye sebelum pemilihan 4 November, Obama berpidato dengan "argumen penutup" berharap untuk "kesepakatan". Memasuki minggu terakhir kampanye, Obama menyajikan tontonan sebagai calon yang muda energik, mengartikulasikan apa yang dianggap kampanye hampir tanpa cacat dan mencoba konsisten di hari-hari terakhir pemilu untuk memproyeksikan gambaran dari harapan, perubahan, dan untuk mengatasi masalah secara bersama-sama tentunya pesan dimana dengan itu Obama memulai kampanyenya.
Kampanye McCain-Palin  tampaknya mendekatkan Argumen dasarnya sama dengan  semua  calon  Republik mengakhiri kampanye mereka: kaum demokrat ingin menaikkan pajak dan menyebar di seluruh kekayaan, tuduhan basis sayap kanan dan McCain Palin bahwa  Obama benar benar "sosialis". McCain terus mempertanyakan pengalaman Obama dan risiko  negara ketika akan dijalankan oleh presiden yang belum diujicoba, sementara Obama membalas dengan risiko yang sebenarnya ketika melanjutkan dengan lebih dari delapan tahun terakhir bencana kebijakan ekonomi dan kebijakan luar negeri yang gagal.
Ketika Obama, istrinya Michelle, dan dua anak mereka yang cantik berada di  panggung  mata dunia sedang menyaksikan tontonan Barack Obama Menjadi Presiden Amerika Serikat. Jaringan televisi menunjukkan tontonan seluruh orang Amerika Serikat merayakan, dari Times Square ke Atlanta, Georgia, dan bahkan di seluruh dunia. Ada perayaan khusus di negara seperti Kenya dan Indonesia di mana Obama pernah tinggal dan tempat di mana Obama pernah tinggal menjadi  kuil nasional dan akan menjadi tujuan wisata. Obama memang tontonan global dan kemenangan yang menakjubkan membuatnya menjadi superstar dunia politik global.


Dekonstruksi Tontonan

-          Media tontonan mendominasi  jurnalisme kampanye dan politik.
-          Douglass tidak ingin menyarankan bahwa ini adalah aspek yang paling penting  dan menentukan siapa yang menang pemilu, atau kunci utama untuk kemenangan.
-          Jelas, uang memainkan peranan utama dalam pemilihan presiden dan seringkali, siapa pun yang bisa meningkatkan uang paling banyak menang.
-          Dalam usia muda, uang memungkinkan kandidat untuk memproduksi tontonan sendiri dalam bentuk iklan TV dan mereka perlu mengumpulkan uang untuk mengatur acara kampanye dan menghasilkan sebuah organisasi.
-          Obama telah meningkatkan sejumlah uang yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk iuran dan sumbangan kecil dan mencatat uang yang diperoleh melalui internet.
-          Douglass menyarankan pantulan image yang jelas dalam media tontonan  yang memberikan kontribusi untuk kemenangan Obama.
-          Orang pasti menginginkan perubahan dan harapan dan Obama menawarkan tontonan yang baik karena ia adalah calon pertama dari kulit berwarna dan juga mewakili perubahan generasi.
-          Kampanye Obama mendorong tontonan harian yang menghubungkan John McCain dengan pemerintahan Bush, dalam iklan TV, putaran harian, debat, dan forum lainnya, dengan berita TV menyiarkan tanpa henti gambar Bush dan McCain merangkul dan grafis menampilkan McCain telah dipilih oleh pemilih tidak populer dan gagal menjadi presiden  90% dari sejarah.
-          Runtuhnya ekonomi global dari krisis keuangan pasar AS dan ekonomi global yang diproduksi dari kacamata tontonan media terutama dari kampanye McCain dan acara harian atau pernyataan tidak menentu dan cara untuk mengeksploitasi krisis telah menyebabkan tidak adanya pemilih, sementara Obama tetap tenang rasional  selama tontonan ini, dan selama waktu bahaya, menunjukkan dia lebih tepat menjadi presiden dan lebih baik dalam menangani krisis.
-          Media tontonan kampanye dapat menjadi bumerang dan Sarah Palin selama tontonan itu tidak saja menghancurkan kampanye Republik, tidak membantu merekrut pemilih, meskipun  Palin dibuat sebagai kesayangan ekstrem kanan Republik dan superstar Media.
-          Akhirnya, untuk literasi pembaca  kampanye presiden AS, orang perlu untuk melihat bagaimana pihak lawan membangun narasi, tontonan media, dan memutarbalikkan  untuk mencoba menghasilkan citra positif kandidat mereka untuk dijual kepada publik Amerika.
-          Narasi Obama sejak awal diikat dengan tontonan, seorang anak baru atau politisi yang mewakili perubahan dan menyatukan orang dari berbagai warna dan etnis, usia, suku bangsa, dan pandangan politik.
-          Publik yang tepat dan cerdas perlu belajar untuk mendekonstruksi tontonan untuk melihat apa isu sebenarnya di balik pemilihan, apa kepentingannya dan kerja ideologi yang mewakili kandidat,  jenis pemutarbalikan, narasi, dan media tontonan yang digunakan  mereka untuk menjual kandidat.
-           Media tontonan menjadi fitur yang semakin menonjol dari pemilihan presiden lainnya di Amerika Serikat dan beberapa negara lain saat ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar